Calistung Hanya Sebatas Dikenalkan Bagian 1

Betul, Mam, si batita belum waktunya diajarkan calistung seperti di sekolah. Tapi, bagaimana nanti kalau dia masuk SD, kan harus bisa calistung? Wuaahhh, masih jauh banget, Mam! Inilah kebingungan Mama Papa masa kini. Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin tinggi, Mama Papa juga tak mau masa kecil si buah hati menjadi tak menyenangkan karena kehilangan waktu bermain dan terpaksa harus belajar. Dilemanya, ketika masuk SD nanti, anak dituntut sudah bisa calistung alias membaca, menulis, dan berhitung. Jadi, bagaimana dong? Tenang, Mama Papa.

Memang, kita enggak boleh mengajarkan calistung pada si batita. Akan tetapi, kalau Mama Papa mau mengenalkan si batita dengan huruf dan angka, boleh-boleh saja, kok. Ingat lo, “mengenalkan”, bukan mengajarkan! Ini yang harus kita pahami. Untuk belajar calistung dibutuhkan kematangan kognitif tertentu. Nah, pada usia batita, aspek kognitif yang dibutuhkan untuk mampu belajar calistung belum matang.

Jika secara 22 kognitif anak belum matang untuk belajar calistung, ia akan kesulitan menguasai calistung dan bukan tidak mungkin menjadi stres untuk memenuhi tuntutan lingkungan yang tinggi. Sejumlah penelitian menyatakan, anak yang diajarkan calistung pada saat belum siap secara kognitif atau dipaksakan, dapat membawa konsekuensi negatif dalam jangka panjang. Kelak anak misalnya dapat menampilkan berbagai perilaku bermasalah ataupun kehilangan minat belajar karena mereka tidak menikmati saat-saat awal pembelajaran mereka.

STIMULASI TEPAT SESUAI USIA PERKEMBANGAN

Karena itu, yang dapat kita lakukan pada usia batita terkait calistung adalah mengenalkan, bukan mengajarkan. Misal: mengenalkan angka 1, 2, dan seterusnya; atau mengenalkan bentuk huruf a, b, c, dan selanjutnya. Ini sesuai dengan perkembangan kognitif batita yang baru memungkinkannya untuk dapat membedakan. Sedangkan untuk dapat membaca, menulis, dan berhitung dibutuhkan kemampuan yang lebih dari sekadar membedakan.

Nah, pengenalan ini bertujuan agar anak memiliki informasi awal terkait angka dan huruf yang akan digunakan untuk belajar calistung kelak. Berbagai hasil penelitian (terutama yang dilakukan di Amerika Serikat) menunjukkan, pengenalan angka dan huruf yang dilakukan orangtua maupun lingkungan dapat merangsang tumbuhnya minat anak terhadap kegiatan calistung kelak.

Namun, jangan berharap dengan dilakukan pengenalan tersebut, maka kelak kemampuannya jadi lebih baik. Berbagai hasil penelitian tidak menemukan bahwa anak yang dikenalkan huruf dan angka sejak dini (batita) mampu menampilkan kemampuan calistung yang lebih baik atau lebih cepat. Sebaliknya, jika si batita tidak diajarkan calistung, juga tidak ada dampak apa pun. Justru yang penting dilakukan pada batita adalah memberikan stimulasi tepat sesuai usia perkembangan, agar anak dapat berkembang optimal dan pada waktunya siap untuk belajar calistung.

Adapun tugas perkembangan utama pada usia batita adalah mencapai kematangan fisik, motorik, dan bahasa yang dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lingkungan. Oleh karena itu, belumlah tepat jika batita diajarkan calistung. Nah, bagaimana caranya mengenalkan angka dan huruf pada si batita? Sila Mama Papa simak tipnya di sini.

Ketika anak sudah sekolah nanti diperlukan pelatihan khusus untuk berbagai bahasa asing agar menunjang dirinya untuk menghadapi era globalisasi sekarang ini. Berikut adalah situs rekomendasi untuk belajar bahasa asing yang berkualitas. http://pascal-edu.com/. Merupakan salah satu situs yang menyediakan jasa pelatihan bahasa asing yang berkompeten dibidangnya.

Reply