Calistung Hanya Sebatas Dikenalkan Bagian 2

Lakukan secara bertahap

Belajar calistung membutuhkan proses yang terjadi secara bertahap sehingga pengajaran calistung sebaiknya juga dilakukan secara bertahap. Beberapa hal yang dapat dilakukan Mama Papa dalam rangka pengenalan calistung, di antaranya:

O Anak sering diperlihatkan buku-buku yang tentunya disesuai kan dengan usia anak. Buku untuk tahap ini adalah buku yang kaya gambar dengan minim tulisan. Pada saat yang bersamaan, anak juga semakin mematangkan perkembangan koordinasi matatangan.

O Anak dikenalkan dulu dengan berbagai angka dan huruf, terutama bentuknya, bukan makna, sehingga si batita dapat mengenali dan membedakan (dari bentuk) setiap angka dan huruf. Jangan diajarkan dulu bahwa 5 lebih banyak dari 1, dan sebagainya, sebab si batita belum mampu memahami. Batita juga belum mengerti bahwa deretan huruf dapat membentuk kata. Jadi, tak perlu diajarkan bagaimana menyusun huruf menjadi kata.

O Ketika menyuapi makan atau mengiringi langkah si batita, Mama dapat menghitung setiap suapan: satu, dua, dan seterusnya. Hal-hal seperti ini dapat membiasakan anak menghitung dan meniru. Kesiapan anak belajar berhitung biasanya ditandai dengan kesenangannya menyuarakan angka.

O Terkait kemampuan menulis, anak perlu memiliki kematangan motorik halus dahulu. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan memegang pensil dengan baik, dapat memegang benda menggunakan telunjuk dan ibu jari, dan lain-lain. Bayangkan saja, jika batita baru sampai pada tahap kemampuan membuat “benang kusut” alias corat-coret, bagaimana Mama Papa akan melatihnya untuk menulis? Tentu kemampuan motorik halusnya perlu dimatangkan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, melatih menulis tidak dianjurkan di usia batita. Lebih baik Mama Papa melatih kemampuan motorik halus si batita lewat kegiatan sederhana, seperti: menekan jepitan jemuran, bermain playdough, mencubit bantal, dan sebagainya.

USIA TEPAT BELAJAR CALISTUNG

Apabila Mama Papa ingin mengajarkan calistung pada si buah hati, tunggulah hingga anak berusia paling tidak 5-6 tahun. Pada saat itu, kemampuan kognitif yang dibutuhkan untuk kegiatan calistung sudah matang dan siap digunakan untuk belajar. Sebagian ahli perkembangan anak bahkan menganjurkan, calistung sebaiknya tidak diajarkan sebelum anak berusia 7 tahun.

Harus Ada Minat

Hal pertama yang harus ada pada anak yang siap belajar calistung adalah munculnya minat terhadap hal-hal yang terkait dengan calistung. Misal: anak terlihat suka membuka-buka buku dan sering minta dibacakan oleh orangtua. Setelah anak menunjukkan minat, tentunya ada hal lain yang menandakan kesiapannya belajar calistung, yakni:

O Pada kemampuan membaca, di antaranya ditandai dengan koordinasi mata-tangan yang baik, kemampuan melacak untuk dapat mengikuti kata yang tertulis dari kiri ke kanan pada buku yang sedang dibacakan, mulai mengenali huruf-huruf yang menyusun suatu kata.

O Anak yang siap belajar menulis ditandai dengan kemampuan menggambar maupun meniru figur-figur tertentu misalnya membuat garis lurus maupun lengkung hanya sekadar coretan tidak beraturan.

O Anak yang siap belajar berhitung ditandai dengan kemampuan menghafal angka, suka menghitung benda yang dilihat, dan mulai dapat memaknakan angka.

Selain persiapan untuk sekolah dasar tentunya orangtua juga menyiapkan untuk sekolah di perguruan tinggi. Untuk mempersiapkannya mengikuti tes masuk unviversitas luar negeri bisa mengunjungi situs berikut ini http://sat-jakarta.com/ yang menyediakan pelatihan tes masuk unviversitas luar negeri.

Reply