Cara Mengkafani Jenazah Perempuan

 

Mengkafani jenazah adalah menutupi atau membungkus jenazah bersama sesuatu yang sanggup menutupi tubuhnya meskipun cuma sehelai kain. Hukum mengkafani jenazah muslim dan bukan mati syahid adaah fardu kifayah. Seperti bunyi berasal dari suatu hadits yang artinya “kami hijrah bersama Rosululloh SAW bersama menghendaki keridhaan Allah SWT, maka tentulah dapat kita menerima pahalanya berasal dari Allah, gara-gara satu diantara kita tersedia yang meninggal sebelum saat memperoleh hasil duniawi sedikitpun juga. Misalnya : Mash’ab bin Umar dia tewas terbunuh di perang uhud dan tidak tersedia bikin kain kafannya kalau selembar daun burdah. Jika kepalanya ditutup, dapat terbukalah kakinya dan kalau kakinya tertutup, maka tersembul kepalanya. Maka Nabi SAW menyuruh kita untuk menutupi kepalanya dan menaruh ruput izhir terhadap kedua kakinya.” (H.R. Bukhori)

Cara Mengkafani Jenazah Laki-Laki atau Perempuan ini merupakan serangkain yang tersedia didalam perawatan/pengurusan terhadap mayit sebelum saat dimakamkan. Proses ini dikerjakan sehabis selesai memandikan mayit. Agar proses mengkafani jenazah ini sanggup berlangsung bersama baik, maka tersedia baiknya mencermati {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} hal penting. Sebab didalam teorinya, mengkafani orang meninggal tidak cuma sekedar membungkus mengfungsikan kain begitu saja, melainkan harus dikerjakan cocok syari’at islam.

Misalkan saja, kain yang digunakan untuk membungkus mayit laki-laki atau perempuan tersedia caranya sendiri. Begitu juga perihal cara mengikat tali kain kafan juga tersedia caranya. Oleh gara-gara itu, di sini dapat di informasikan penjelesan berkaitan cara mengkafani jenazah laki-laki atau perempuan.
1.Langkah-Langkah Mengkafani

Dalam hal mengkafani, kalau kita mengacu kepada haqqullah ( hak Allah) semata, maka kain yang diperlukan cuma sekedar penutup aurat. Bagi laki-laki cuma sekedar penutup pusar dan lututnya, namun bagi perempuan baik orang yang merdeka atau budak adalah kain yang sanggup menutupi seluruh bagian tubuhnya kalau muka dan kedua telapak tangannya. Adapun bagi banci/waria hukum mengkafaninya disamakan bersama perempuan.

Akan namun kalau dipandang berasal dari haqqullah dan haqqul adami, maka kain kafan yang diperlukan untuk mengkafani laki-laki secara prima adalah tiga lembar kain kafan warna putih. Sedangkan untuk perempuan dan waria adalah lima lembar kain yang terdiri berasal dari :

a).Dua lembar kain panjang yang cukup untuk membungkus seluruh tubuhnya.

b).Kain sarung ( kain pembalut tubuh berasal dari pusar sampai lututnya )

c).Baju kurung

d).Kerudung (kain penutup kepala bersama bentuk spesifik )

Adapun kain kafan untuk anak-anak adalah satu lembar kain kafan yang cukup untuk membungkus seluruh tubuhnya.Akan namun yang lebih utama selamanya tiga lembar kain warna putih.

Ukuran Kain Kafan Yang Digunakan Untuk Jenazah

Ukurlah lebar tubuh jenazah. Jika lebar tubuhnya 30 cm, maka lebar kain kafan yang di sediakan adalah 90 cm. 1 : 3

Ukuran tinggi tubuh jenazah

1).Jika tinggi tubuhnya 180 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 60 cm.

2).Jika tinggi tubuhnya 150 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 50 cm.

3).Jika tinggi tubuhnya 120 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 40 cm.

4).Jika tinggi tubuhnya 90 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 30 cm.[1]

5).Tambahan panjang kain kafan dimaksudkan supaya ringan mengikat bagian atas kepalanya dan bagian bawahnya.

Cara Mengkafani Jenazah Perempuan

·Bentangkan dua lembar kain kafan yang udah di potong cocok bersama ukuran yang di butuhkan.kemudian menempatkan pula kain sarung di atasnya di bagian bawah (tempat di mana badan pada pusar dan kedua lutut di rebahkan)

·Persiapan busana kurung dan kerudung di tempatnya.

·Sediaan tiga atau lima utas kain tali dan letakkandi bawah kain kafan yang paling bawahyang udah di bentangkan.

·Sediakan kapas yang udah diberi minyak wangi untuk di menempatkan dibagian bagian badan tertentu

·Angkatlah jenazah bersama hati-hati, kemudian baringkan di atas kain kafan yang udah di bentangkan dan yang udah di lulut bersama wangi-wangian.

·Letakkan kapas di bagian bagian badan spesifik sebagaimana tersebut di cara nomer 04 cara mengkafani mayit laki-laki.

·Selimutkan kain sarung di badan mayit pada pusar dan kedua lutut dan pasangkan juga busana kurung tersebut kain penutup kepala (kerudung).Bagi yang rambutnya panjang di kepang menjadi dua atau menjadi tiga, dan di menempatkan di atas busana kurung tempatnya di bagian dada.

·Setelah pemasangan busana kurung dan kerudung selesai, maka selimutkan kedua kain kafan selembar demi selembar merasa berasal dari yang paling atas sampai yang paling bawah, sehabis selesai ikatlah bersama tiga atau lima tali yang udah di sediakan.

Anjuran Dalam Mengkafani

·Mengunakan kain putih yang terbuat berasal dari kain katun (qotnu)

·Melulut kain kafan bersama wangi-wangian

·Memberi kapas di bagin tertentu

·Menggunakan kain kafan bersama hitungan ganjil, tiga lembar lebih utama berasal dari dua atau empat lembar, dapat namun penambahan hitungan kain kafan lebih berasal dari satu lembar lebih baik meskipun satu juga hitungan ganjil sebagai penghormatan terhadap si mayit, menjadi dua lembar lebih utama berasal dari satu lembar.

·Menggunakan kain yang bagus namun tidak mahal, yang di maksud di sini adalah kain yang berwarna putih, bersih, suci dan tebal.

Larangan-Larangan Dalam Mengkafani

·Menggunakan kain kafan yang mahal.

·Menulisi ayat Al-quran atau Asma’ul A’dhom

·Menggunakan kain kafan yang tipis (tembus pandang)

·Berlebih-lebihan didalam mengkafani (israf)

Artikel Terkait
Tata Cara Memandikan Jenazah & Cara Memandikan Jenazah

Reply